MELAKSANAKAN PERINTAH DAN MENJAUHI LARANGAN-NYA

Majelis ke 32

Jum’at pagi tanggal 11 Jumadil Akhir tahun 545 Hijriyah, di pondok,

Beliau berkata: Laksanakanlah perintah Allah, rintangilah perbuatan terlarang; bersabarlah dalam menerima ujian dengan memperbanyak amalan sunnah, maka kamu sungguh disebut orang sadar yang beramal untuk mencari taufiq Allah; rendahkan dirimu di hadapan-Nya hingga lengket debu; rintangi maksiat dari jalur lahir dan membencinya melalui jalur batin; genggamlah taufiqnya; benci dan maksiat jauhkan dari-Nya; bersabarlah atas ketentuan-Nya. Datanglah di hdapanku dengan akal sehat yang menetapkan jiwa serta niat azimah; jauhkan kebimbangan dariku dan baik prasangka denganku, tentu kamu memperoleh kegunaan atas ucapanku; fahamilah artinya!..

Wahai orang yang bimbang terhadapku, setiiap apa yang diriku ada di dalamnya akan membuat kejelasanmu di hari-hari mendatang; jangan kamu perumpil daku dalam hatimudengan penahanan dan pengalahan. Beban dunia di atas kepaalku dan beban akhirat di dalam hatiku dan beban Allah atas sirriku siapa yang menemaniku. Siapa yang dijadikan baik akan menghadap daku sedang di kepalanya terlintas suara memuji Allah, tiada seorang pun butuh pertolongan selain dari-Nya; jadilah kamu orang berakal, beradab baik di hadapan Ulama, karena mereka pemelihara keutuhan dunia; jika tidak, mana mungkin terpelihara riya’mu, munafiqmu dan syirikmu. Wahai orang munafiq, wahai musuh Allah, wahai musuh Rasul, wahai pengisi neraka, camkanlah!.

Wahai Allah limpahkan taubat untuk daku dan mereka; wahai Allah bangunkan daku dan mereka, rakhmatkanlah aku dan mereka, hampakan hati kami dan organ tubuh kami untuk-Mu, jika terpaksa organ tubuh untuk keperluan keluarga, tentang urusan dunia dan jiwa untuk akhirat, maka hati dan sirr kupersembahkan untuk-Mu semata, amin...

Celaka, kamu telah memperkuat jiwa dengan rasa takut dan mengharap ciptaan, lenyapkan penguat ini dari mereka dan tegakkan dirimu untuk menjadi pelayan Tuhan; jadikanlah ketenangan di hadapan-Nya melalui zuhud, memutus hubungan syahwat, wanita dan bebagai sesuatu yang ada didalamnya, berati ia datang kepadanya tanpa sepengetahuanmu atau taanpa masa pencarian, yang demikian kamu telah berzuhud di hadapan-Nya, maka kamu diberi penglihatan dengan mata yang mulia dan memperoleh bagian tanpa terputus. Tetapi selagi kamu masih merasa penat terhadap apa yang ada di sekelilingmu, tetap kamu tidak akan kedatangan sesutu dari yang tidak diduga.

Ada Ulama berkata : “Selagi di hadapanmu terdapat sesuatu, tentu sesuatu yang ghaib tidak akan datang kepadamu.”

Wahai Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari kepenatan causalita dan yang membuat kegilaan, hawa, tabiat dan keburukan meliputi segala kondisi dan sikap.

Wahai Tuhan kami, berilah kemi kehidupan yang baik di dunia dan kehidupan yang baik di akhirat dan lepaskanlah kami dari siksa neraka.
 Pembuatan Website